Seunting Kisah di Tech in Asia Jakarta 2016

Abraham (Mascode.id) - Dwi Randy (Software House Lampung) - Arief Adjie

Sepertinya Tech in Asia Jakarta 2016 adalah konferensi teknologi terbesar di Indonesia yang kali pertama saya hadiri. Setelah sebelumnya ndekem aja di event daerah. Btw, tahun 2015 adalah awal kembalinya saya ke dunia IT. Setelah sebelumnya malang melintang tak fokus dibidang IT, pernah ternak ayam, mentok (red : itik) mungkin karena faktor X jadi pada mati, ntah karena virus flu burung atau penyakit lainnya, nah kalo si itik lupa dipotong sayapnya jadi ada yang sampe terbang – terbang keluar kandang jadinya ilang populasinya pun berkurang.

Singkat cerita pada awal 2015, hal yang membuat kembali kedunia IT karena saat itu saya diterima bekerja untuk menjadi System Administrator disalah satu perusahaan di Lampung. Saat itu karena adanya waku luang, so nyempetin aja buat coding lagi, belajar programming lagi, misi utamanya adalah ngumpulin untuk amunisi ditahun 2016. Hmm… ya memang karena ditahun 2016 ini memang sudah saya niatkan untuk kembali kedunia developer (bukan developer property yaaa :v).

Kembalinya saya kedunia developer terwujud setelah saya diterima disalah satu perusahaan yang berkantor di London, UK yang bernama Eurasean Ltd, disini saya bekerja secara remote sejak Maret 2016 sebagai web developer.

Sekilas memang banyak event yang seliweran di timeline fb atau grup. Hanya nggak tau kenapa, dapet hidayah kali ya jadi pengen buat ikutan Tech in Asia Jakarta 2016. Tech in Asia adalah komunitas online pelaku startup di Asia. Setelah sukses dengan rangkaian konferensi yang sebelumnya diselenggarakan di Singapura, Tokyo, dan Bangalore kali ini diselenggarakan untuk kelima kalinya di Jakarta dan bertempat di Balai Kartini pada tanggal 16-17 November 2016. Tech in Asia Jakarta 2016 berhasil menyedot perhatian 5.300 peserta dari 34 negara. Terdapat 6 panggung dengan konten menarik, dan berbagai agenda lainnya. Baca : [INFOGRAFIS] Kilas Balik Tech in Asia Jakarta 2016 dalam Angka.

Tekad saya semakin bulat se-bulat tahu bulat yang digoreng dadakan ketika ada kesempatan untuk bisa mendapatkat free ticket yang memang diperuntukkan bagi para developer.

Tak lama langsung saya ikuti proses registrasi. Oh ya nggak semuanya yang teregistrasi langsung bisa dapat tiketnya yakk, btw kita bakalan diseleksi dulu apakah berhak atau tidak buat dapet ni free ticket developer pass. Pada suatu hari ternyata ada email masuk yang menyatakan bahwa saya berhak mendapatkan tiket tersebut.

Emang bener – bener niat dan diniatin kali yak. Capcus langsung pesen tiket. Ini pertama kalinya pesen tiket lewat traveloka. Btw, booking dari jauh – jauh hari bisa murah gitu ya, ini yang buat saya untuk mengurungkan niat buat naik damri, lha wong harga tiketnya hampir sama selain itu jg lebih irit waktu perjalanan.

Niat awal emang mau refresing, menghindari untuk tidak menatap layar laptop soalnya pegel di mata kalo harus terus – terusan didepan laptop. Sebagai web developer yang tentunya punya target dan tuntutan untuk menyelesaikan pekerjaan membuat kita harus berjam – jam didepan laptop selama seharian. Maka dari itu saya memang sudah punya program “one day without laptop” yang biasanya direalisasikan hari minggu, sekalian mingguan. Saat mengikuti event ini saya izin 2 hari broo (nyatanya 3 hari nggak kerja, 1 harinya buat pijet karena badan pada sakit). Nggak cuma izin kerja, btw saya juga masih kuliah, saat itu masih UTS jg, tapi selama bisa ikutan UTS susulan jadi mending ngalah nggak ikut UTS, wkakakaka (demi :v).

Hari H pun telah tiba saya berangkat ke Bandar Udara Raden Inten II dianter sama temen naik motor saat pagi – pagi buta, saat itu kami berangkat abis subuhan. Kebetulan saya berangkat via jalur udara bersama Randy (btw, ia adalah Co-Founder Software House Lampung loh.. :D). Selain itu dari Lampung ada Mascode.id yang diwakili oleh si Mas Abraham dan Mas Nurul Furqon, namun mereka sudah berangkat duluan beberapa hari sebelumnya. Jadi Kalo ditotal – total dari Lampung ada 4 orang yang berangkat ke Tech in Asia Jakarta 2016.

Setiba di Bandar Udara Soekarno Hatta lewat terminal 1B langsung order Uber Taksi. Sempet bincang – bincang ngalor – ngidul mulai dari katanya si om supir punya sodara di Lampung sampe pernah dipalak di jalan lintas Lampung saat jadi supir puso. Oh ya sekilas info ya kalo naik Uber Taksi memang kita sendiri yang bayarin parkir dan tolnya.

Perjalanan kira – kira 1 jam, kami telah tiba di Balai Kartini.

Sebelum opening di Main Stage, sempet muter – muter dulu di Bootstrap Alley dan ketemu sama tim Menembus Langit. Suatu saat pada hari sumpah pemuda tim Menembus Langit sedang melakukan peluncuran drone ke stratosfer dan disiarkan secara live streaming kemudian menjadi perbincangan di dalam grup Komunitas Bumi Datar Indonesia nah disitulah awal saya mengenal tim Menembus Langit.

Acara di Main Stage dimulai, ternyata sudah penuh dan nggak kebagian kursi. Eh ketemu sama CEO Daeng yang sama – sama nggak kebagian kursi. Sebelumnya kami hanya berteman di dunia maya.

Pada akhirnya bisa duduk juga dan ngerekam Mba Ken Ratri Iswari ia adalah CEO Geek Hunter.

Sebenernya saya ngga ngikutin acara di hari pertama sampai selesai karena harus cabut ke Mangga Dua, suatu saat akan saya rilis ceritanya jadi coming soon. Menjelang maghrib saya menuju ke tempat peristirahatan di Hotel Flat06 Tendean yang letaknya tak jauh dari Balai Kartini. Kali ini saya naik GrabBike karena order Go-Jek kelamaan nggak dapet – dapet.

Hari kedua telah tiba, kali ini nyicip naik Uber Motor ke Balai Kartini, btw murah jg cuma abis goceng (red: 5000). Sepertinya semua transportasi on-demand dicicipin semua, sekalian review.

Ntah kenapa lagi nggak pengen buat duduk di Stage manapun. Jadi ya muter – muter aja di Bootstrap Alley, sambil cari – cari inspirasi startup. Barangkali suatu saat pengen nyiptain produk sendiri jg. Nggak selamanya jadi kuli koding broo. Kalo sekarang jujur aja masih bingung mau buat apa.

Bootstrap Alley : Helical IT Solutions Pvt Ltd from India #tiajkt2016

Bootstrap Alley : Gift it with Gava (Gava Tech Pte Ltd) from Philippines #tiajkt2016

Bootstrap Alley : Happenn – Custom Solutions for Event Creators from Thailand #tiajkt2016

Bootstrap Alley : Workhiro from Thailand #tiajkt2016

Mengingat di Jakarta lalu lintas akan semakin padat menjelang sore hari saya memutuskan untuk segera ke Bandara lebih awal agar tak ketinggalan penerbangan. Sebelum pulang poto – poto dulu dengan anggota PHP Indonesia yang lainnya.

Btw, ni kaos COD-an loh.

Poto bertiga bukan berarti 3 diva yaa..

Sebenernya pinggang sudah nggak kuat butuh untuk sandaran pengen naik taksi ke Bandara tapi jelas nggak keburu karena menjelang maghrib jalanan macet minta ampun. Cari aman jadi order Uber Motor aja deh, biar bisa nyelip-nyelip.

Hal yang unik disini ketika mas drivernya tanya ke saya
Driver : “Mas mau ke bandara ya?, mas tau jalannya kan?”
Saya : “Lah ya saya nggak ngerti lah, udah mas liat map aja”.

Langsung si mas driver buka Waze. Sempet kebablasan di daerah Tangerang, harusnya belok malah nggak belok, jadi muternya agak jauh, maklum antara GPS dengan posisi motor biasanya GPS selalu ketinggalan.

Total waktu perjalanan sekitar 1,5 jam. Saya tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 19.30 bertepatan dengan boarding time ini adalah waktu yang paling krusial karena para penumpang sudah mulai menaiki pesawat. Sepertinya kurang lebih awal buat angkat kaki dari Balai Kartininya yak… Dari parkiran ke tempat checkin bukan jalan kaki lagi, tapi lari coy, begitu pula waktu ke gate. Sempet ngos – ngosan, akhirnya bisa duduk jg dan ambil napas.

Akhirnya menginjakkan kaki di Lampung lagi, setelah hinggap di udara kurang lebih 30 menit saja.